<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>lihatlah</title>
<link>http://lihatlah.multiply.com/</link>
<description></description>
<pubDate>Mon, 7 Jul 2008 12:02:12 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 17 Aug 2007 00:37:40 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>lihatlah</title>
<url>http://images.lihatlah.multiply.com/logo</url>
<link>http://lihatlah.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>fans leo kristi di yogya</title>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/18/fans_leo_kristi_di_yogya</guid>
<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 00:37:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MACEM-MACEM</title>
<description>mau saya isi macem-macem bunyi-bunyian, yang bakalan sulit diklasifikasikan sebagai musik</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/music/item/22/MACEM-MACEM</guid>
<pubDate>Thu, 21 Dec 2006 07:15:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>inter@ksi,  gaul pembaca dan redaksi</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RYn1FAoKCj4AAEjNeDc1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.lihatlah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RYn1FAoKCj4AAEjNeDc1/DSC00116.JPG?et=AwCup4mHM4X2jTkw1W9NVg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;ini rubrik yang baru saya ketahui kemaren. padahal sudah berlangsung lama di koran MINGGU PAGI di halaman 03. terbukti sudah ada yang menyarankannya untuk diterbitkan sebagai buku. konon, tiap hari masuk sekitar 58 sms, padahal tiap minggu hanya ada jatah ruang untuk menampilkan 18 saja.&#x3C;br&#x3E;rubrik ini tampil dengan nama &#x22;inter@ksi: gaul pembaca &#x26;amp; redaksi. silakan kirim SMS ke rubrik ini, masih di 0818 0271 1432. boleh curhat atau komentar apa saja, sambil senyum ketika mengirim uneg-uneg, membaca komentar, atau siapa tahu anda terkena sentilan dari pembaca lain.&#x22; sepengetahuan saya, header rubrik ini selain berisi tulisan di atas juga menyantumkan gambar hape, yang untuk ukuran sekarang sudah termasuk kuna. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pepatah Laki-laki&#x3C;br&#x3E;Habis manis sepah dibuang, kenapa lelaki seperti itu ya, Mas?&#x3C;br&#x3E;0819 0412 1075&#x3C;br&#x3E;Nggak cuman lelaki, Non. Pabrik Gula juga gitu...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mini Ngabuburit&#x3C;br&#x3E;Aneh-aneh saja polah cewek sekarang, critanya ngabuburit, nunggu bedhug maghrib sambil JJS + nongkrong, eh, pake pakaian mini-m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/29/interksi_gaul_pembaca_dan_redaksi</guid>
<pubDate>Thu, 21 Dec 2006 02:47:07 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>hari tanpa belanja</title>
<description>&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://adbusters.org/metas/eco/bnd/images/BND2006_red_preview.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;ada sementara orang yang sadar bahwa berbelanja itu sering dikerjakan &#x27;tanpa sadar&#x27;. asal tertarik dan duit ada, terjadilah transaksi: beli!&#x3C;br&#x3E;rekan-rekan yang &#x27;sadar&#x27; ini membangun jaringan di seluruh dunia [lihat link berikut ini &#x3C;a href=http://adbusters.org/metas/eco/bnd/],&#x3E;http://adbusters.org/metas/eco/bnd/],&#x3C;/a&#x3E; dan di indonesia saya ketahui dari website kunci.or.id yang memberi saya link berikut ini: &#x3C;a href=http://kunci.or.id/htb/&#x3E;http://kunci.or.id/htb/&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;adapun kumpulan kisah yang berkenaan dengan kegiatan belanja, silakan klik &#x3C;a href=http://www.kisahbelanja.blogspot.com/&#x3E;http://www.kisahbelanja.blogspot.com/&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;untuk mengantisipasi ramainya kegiatan belanja menjelang natal ada link khusus di &#x3C;a href=http://adbusters.org/metas/eco/bnd/xmas.php&#x3E;http://adbusters.org/metas/eco/bnd/xmas.php&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/28/hari_tanpa_belanja</guid>
<pubDate>Fri, 17 Nov 2006 05:41:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>visual database arsitektur tropik</title>
<description>
&#x3C;a href=&#x22;http://www.arch.nus.edu.sg/casa/projects/tropical_ind/&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://www.arch.nus.edu.sg/casa/projects/tropical_ind/yogyakarta/image/brief.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;beberapa bulan lalu ketika ketemu di NUS, rekan saya menunjukkan penelitian yang dikerjakannya. &#x3C;br&#x3E;dia sedang menyusun visual database untuk karya para arsitek modern belanda yang pernah bekerja di indonesia.&#x3C;br&#x3E;baru tadi saya sempat melihat website dari hasil penelitian itu, setelah searchingnya di google [he..he.. kebangeten ya?!]. &#x3C;br&#x3E;di situs ini disajikan foto-foto dan usaha pemodelan ulang bangunan karya para arsitek modern belanda yang banyak pengaruhnya pada arsitek indonesia itu. &#x3C;br&#x3E;data disusun berdasarkan kota-kota [besar] yang masih merawat bangunan-bangunan tersebut. memang sekadar data visual, yang masih menunggu pemanfaatan oleh rekan peneliti lain untuk melanjutkannya. tapi mungkin ada rekan lain yang tertarik untuk melihat-lihat, siapa tahu baru tersadar bahwa bangunan yang ada di dekatnya itu adalah salah satu dari bangunan dalam daftar ini he..he..&#x3C;br&#x3E;baiklah, &#x3C;br&#x3E;silakan klik gambar di atas atau copy-paste link ini &#x3C;a href=&#x22;http://www.arch.nus.edu.sg/casa/projects/tropical_ind/&#x22;&#x3E;http://www.arch.nus.edu.sg/casa/projects/tropical_ind/&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/27/visual_database_arsitektur_tropik</guid>
<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 06:54:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>theme</title>
<description>untuk nyimpen gambar-gambar theme</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/14/theme</guid>
<pubDate>Sat, 11 Nov 2006 00:46:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Photo Album 2006-11-08 #3</title>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/13/Photo_Album_2006-11-08_3</guid>
<pubDate>Wed, 8 Nov 2006 06:28:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Photo Album 2006-11-08 #2</title>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/12/Photo_Album_2006-11-08_2</guid>
<pubDate>Wed, 8 Nov 2006 05:57:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>mengetik dan menulis organizer</title>
<description>
&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RVFRzwoKCj4AAEYyB-w1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddle&#x22; src=&#x22;http://images.lihatlah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RVFRzwoKCj4AAEYyB-w1/organizerku.jpg?et=xO2gvRX%2BO%2C4yBJTc0SlurA&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;memang beberapa hari lalu saya berulang tahun.&#x3C;br&#x3E;oleh anak-istri saya diberi hadiah sebuah ORGANIZER, yang bentuknya serupa agenda, dan lebih besar dari yang semula saya punya.&#x3C;br&#x3E;ketika menerima ini dari &#x3C;a href=&#x22;http://www.flickr.com/photos/lihatlah/291985310/&#x22;&#x3E;iwang&#x3C;/a&#x3E; [anak lelaki saya] yang bermaksud membuat kejutan, saya teringat bahwa memang dulu saya pernah meminta ini dari istri. tapi itu lama sekali.&#x3C;br&#x3E;itu waktu saya mengeluh karena komputer saya harus ganti hardisk sehingga organizer yang biasa saya pasang di laptop [saya pakai &#x3C;a href=&#x22;http://www.essentialpim.com/&#x22;&#x3E;essentialPIM&#x3C;/a&#x3E; yang gratisan] tidak bisa digunakan.&#x3C;br&#x3E;celakalah awak!&#x3C;br&#x3E;ornanizer saya yang lama terlalu kecil, menyulitkan dalam menulis, bagi jari-jari tangan saya yang sudah sebesar pisang raja ini. waktu itu saya meminta kepada istri agar kelak dibelikan organizer yang lebih besar. dan [hebatnya] dia ingat itu. &#x3C;br&#x3E;sehingga, menurut kesan personal saya, organizer yang diberikan pada ulang tahun saya itu datang sebagai hadiah untuk mengingatkan betapa &#x3C;a href=&#x22;http://www.flickr.com/photos/lihatlah/291985199/&#x22;&#x3E;istri saya&#x3C;/a&#x3E; itu punya kemauan untuk mengingat pesan suaminya.&#x3C;br&#x3E;ehhmm,&#x3C;br&#x3E;trims ya dhi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/26/mengetik_dan_menulis_organizer</guid>
<pubDate>Wed, 8 Nov 2006 03:42:24 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>juicy salif dari starck</title>
<description>&#x3C;img style=&#x22;width: 346px; height: 460px;&#x22; class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://dolcn.com/data/up2/94243ll3.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;tadi ada diskusi menarik mengenai disain yang komunikatif. disain yang dari penampakan visualnya mampu menjelaskan fungsi dan cara bekerjanya.&#x3C;br&#x3E;salah satu yang dibicarakan adalah karya [dahsyat!] dari phillipe starck: juicy salif, alias alat pemerah buah.&#x3C;br&#x3E;sebelumnya, ada diskusi mengenai beberapa jenis tombol dan switch untuk mengoperasikan macem-macem alat: lampu rumah, fan, klakson, hape, juga iPod. [&#x3C;a href=&#x22;http://lecturer.ukdw.ac.id/mahatmanta/wordpress/?p=132&#x22;&#x3E;lihat catatan saya di sini]&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;disain dari starck di atas menarik karena dari bentukny sendiri sudah bisa bercerita atau bisa menuntun orang untuk menggunakannya sebagai pemerah, jeruk misalnya. jeruk dipasang di atas alat ini lalu diperah begitu saja, yang akan membiarkan cairan manis asam itu menetes dan tinggal ditampung oleh gelas yang kita pasang di bawahnya. bentuk pemerah, maupun bentuk kakinya sangat elegan dan tidak menimbulkan pertanyaan lain selain menuntun&#x26;nbsp; orang langsung pada fungsinya.&#x3C;br&#x3E;asyik...&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/25/juicy_salif_dari_starck</guid>
<pubDate>Mon, 6 Nov 2006 06:39:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>REOG GUNUNGKIDUL</title>
<description>
&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RUF6dQoKCj4AADHOatk1&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RUF69QoKCj4AADTUrnk1&#x22;&#x3E;&#x3C;img style=&#x22;width: 284px; height: 200px;&#x22; class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.lihatlah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RUF69QoKCj4AADTUrnk1/DSCF0090.JPG?et=y2DMW77CDLLCiGKRuf2kJg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RUF69QoKCj4AADTUrnk1&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;reog gunungkidul itu identik dengan kegiatan rasulan, bersih desa, yang selalu diselenggarakan tahunan. sore tadi kami menyaksikannya di wonosari, suatu dokumentasi dalam bentuk film yang diputar di lapangan olah raga depan rumah eyang.&#x3C;br&#x3E;anak-anak disertai orang tuanya keluar malam itu, bila mendengar suara gamelan reog yang khas satu-satu. musik gamelan dengan komposisi yang amat sederhana, hanya mengandalkan kendang, kenong-kempul dan gong, malam itu ditambah &#x27;drum&#x27; atau bedug untuk lebih menimbulkan efek berdegub, seolah panggilan bagi seluruh warga desa untuk menyatu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;../../photos/hi-res/upload/RUF69QoKCj4AADTUrnk1&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;../../photos/hi-res/upload/RUF6dQoKCj4AADHOatk1&#x22;&#x3E;&#x3C;img style=&#x22;width: 289px; height: 145px;&#x22; class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.lihatlah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RUF6dQoKCj4AADHOatk1/ganong.jpg?et=arHJdjq41s5Qc0TMuGd78Q&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;mas darminta ada di situ, di samping istri dan anaknya, menyaksikan tariannya sendiri ketika menjadi warok, salah satu episode dalam reog gunungkidul. badan mas dar memang gempal, sebagaimana semua pemeran warok dalam episode itu. mas herry, penjual ticket bus malam di terminal, badannya lebih gempal lagi, juga di sana. mas darminta sendiri adalah sopir bus.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;para warok ini bergerak dengan kaki beringsut-ingsut, tangan m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/24/REOG_GUNUNGKIDUL</guid>
<pubDate>Fri, 27 Oct 2006 03:16:55 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>mrazek dan tillema</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RTmkQQoKCj4AABeqKVs1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.lihatlah.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RTmkQQoKCj4AABeqKVs1/mrazek-engineers.jpg?et=nqDn8gxPkajjAOz9zdJTGQ&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;ini buku soeda dinanti banjak oerang. tjiamik betoel!&#x3C;br&#x3E;buat saya, yang menarik adalah bahwa buku ini menerangkan gejala sosial dengan melacak distribusi benda-benda: sarana transportasi, bahan bangunan, busana dsb.&#x3C;br&#x3E;sama dengan saya, mrazek juga terkesan oleh aktivitas orang semarang yang bernama tillema. seorang apoteker yang punya perusahaan yang menjual &#x27;air murni&#x27; macam aqua sekarang ini, yang kemudian dia juga menjadi anggota dewan kota semarang yang menyelenggarakan pameran kolonial di sana [1914]. &#x3C;br&#x3E;[saya juga sempat membacai fotokopi buku tillema &#x27;kromoblanda&#x27; yang di dunia ini cuma tinggal beberapa biji itu. salah satunya dijadikan mrazek untuk analisisnya di bukunya ini]&#x3C;br&#x3E;menulis riwayat produksi dan distribusi benda-benda ini menarik.&#x3C;br&#x3E;di yogya tempo hari ada pameran hasil penelitian kawasan komersial gondomanan.&#x3C;br&#x3E;kawasan ini khas karena di yogya dikenal sebagai tempat berjualan sepeda, sepeda motor, ban mobil, kijing atau batu nisan berikut perlengkapan upacara pemakaman.&#x3C;br&#x3E;dalam pameran ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/23/mrazek_dan_tillema</guid>
<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 04:59:17 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>L E C T I O</title>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/links/item/14/L_E_C_T_I_O</guid>
<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 03:59:55 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>INHUMAN [lyotard]</title>
<description>
&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.alibris.com/isbn/0/8/0/4/7/0804720088.gif&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;kumpulan esai ini [ISBN&#x3C;b class=&#x22;content&#x22;&#x3E;:&#x3C;/b&#x3E; &#x3C;a class=&#x22;tb&#x22; href=&#x22;http://www.alibris.com/search/search.cfm?S=R&#x26;amp;qisbn=0804720088&#x22;&#x3E;0804720088&#x3C;/a&#x3E;] aku beli bekas dari &#x3C;a href=&#x22;http://www.alibris.com&#x22;&#x3E;alibris.com&#x3C;/a&#x3E; [sekitar $12-an]&#x3C;br&#x3E;menarik karena memuat beberapa tulisan dia yang cukup terkenal macem &#x27;rewriting modernity&#x27;, &#x27;logos and techne, or telegraphy&#x27; dan terakhir &#x27;domus and the megalopolis&#x27;.&#x3C;br&#x3E;itu baru yang aku kenal, ada 13 lagi sisanya.&#x3C;br&#x3E;LYOTARD menyebut dirinya sendiri sebagai symptomatologist, orang yang memberi reaksi filosofis atas fenomena kontemporer dengan cara yang agak bebas. sebutan ini berbeda dari gambaran umum yang selama ini dikenakan padanya: filosof yang serius mengajukan tesis-tesis dalam bukunya yang berat [macam the post-modern condition itulah].&#x3C;br&#x3E;kumpulan esai ini bervariasi temanya, dan yang tersambar langsung di mata saya adalah katakunci-katakunci: logos, techne, modernity, representation, rewriting, body...&#x3C;br&#x3E;belum selesai kubaca buku itu.&#x3C;br&#x3E;pembukaan &#x27;domus and the megalopolis&#x27; itu mengingatkan kita pada &#x27;dwelling&#x27; heideggerian dan moda ekstensi manusia ala human condition hannah arendt:&#x26;nbsp; ketertambatan p...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/22/INHUMAN_lyotard</guid>
<pubDate>Fri, 20 Oct 2006 05:29:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>teror omah otot kawat balung wesi</title>
<description>
yen pancen omah jawa kuwi mapan ana daerah sing sering kena lindhu, ya gene konstruksine ora tahan gempa?&#x3C;br&#x3E;kamongka, omah-omah mau jelas-jelas yen dibangun nganggo pathokan pakem jawa. kayata omah-omah sing dileluri dening aktivis heritage kuwi kurang apa olehe &#x27;asli&#x27; utawa olehe &#x27;jawa banget&#x27;.&#x3C;br&#x3E;lha ning, rak ya rubuh ta? ateges, omah jawa ora tahan gempa ta?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;apa saprana-saprene wong jawa, mligine wong mataram, lagi iki nandhang cintraka katerak lindhu kaya wingi? apa sing dingendikakake dening para pakar geologi tetela yen syarat-syarat omah sing tahan lindhu kuwi ora bisa disembadani dening omah jawa. omah jawa ora kenal &#x27;sloof&#x27; apadene &#x27;ringbalk&#x27; sing kudu ditaleni karo saka. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;para pakar mau ngandikakake manawa omah sing tahan gempa kuwi kudu diwenehi balungan wesi sing nyawiji antarane ringbalk, saka-saka, nganti sloof.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;lha ning,&#x3C;br&#x3E;kuwi mau rak syarat-syarat sing lagi bisa disembadani dening omah-omah sawise wong padha tepung karo balungan wesi.lha sing durung kenal karo bahan-bahan wesi m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/20/teror_omah_otot_kawat_balung_wesi</guid>
<pubDate>Mon, 16 Oct 2006 04:53:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>mlipir</title>
<description>
salah satu kebiasaan khas di jalanan yogya adalah mlipir: menyusuri pinggiran jalan di sisi yang berlawanan dengan arus sisi kiri yang lazim di indonesia. karena berlawanan arus itulah maka tindakan mlipir tadi umumnya dikerjakan dengan pelan-pelan, seolah meminta maaf kepada setiap kendaraan yang lebih berhak atas jalur yang dilewatinya.&#x3C;br&#x3E;mlipir memang tindakan salah. tapi itu [seringkali] dikerjakan dan dapat dengan mudah dijumpai di jalanan yogya ini dan amat mengganggu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;barangkali, karena yang bersangkutan kesulitan untuk menyeberang jalan yang di yogya ini makin lama makin padat dan makin banyak kendaraan yang berjalan kencang. bila hendak menuju tempat yang tidak terlalu jauh &#x22;ngapain harus menyeberang? lama dan sulit dapat longgarnya..&#x22; mungkin itu rationale mereka.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;mlipir terjadi karena jalanan modern di yogya dibangun dengan memotong begitu saja hubungan-hubungan atau jalur-jalur transportasi antar desa yang sudah lebih dulu ada. karenanya, maka banyak sekali orang tua, anak-ana...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/19/mlipir</guid>
<pubDate>Mon, 16 Oct 2006 04:23:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>dalan kampung kota</title>
<description>
malam itu yoshi menelpon, meminta agar saya jadi nara sumber &#x27;pocokan&#x27; di samping beliau sendiri  yang jadi nara sumber utama dalam wawancara di radio eltira.&#x3C;br&#x3E;wah,&#x3C;br&#x3E;lha radio saya tuh nggak akurat lagi dalam mendeteksi gelombang je... &#x3C;br&#x3E;radio ini adalah salah satu kurban gempa kemaren yang bikin dia -kesayangan rewang saya -itu jadi bingun kalau disuruh nyari gelombang pemancar tertentu. &#x3C;br&#x3E;apalagi, di yogya hampir semua radio numplek di sekitar gelombang FM 102-104...yah...jadinya tumpang tindih gak keruan: kadang nyaut kadang enggak.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;tapi tawaran yoshi saya sanggupi, mengingat jasa baiknya yang sudah banyak dalam mengenalkan saya pada orang-orang dan guru-guru dalam saya memahami kota dan -khususnya- perkampungannya.&#x3C;br&#x3E;yoshi adalah pahlawan kampunglah..!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;moderatornya ons oetoro. ini orang tangkas yen takon...&#x3C;br&#x3E;lewat telepon aku ditanya mengenai mengapa di kota-kota kita makin banyak ruang publik yang hilang?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;halah...&#x3C;br&#x3E;lha aku apa ngerti yen ditakoni kaya ngene iki? jaan...&#x3C;br&#x3E;tapi tanpa ragu-ragu -on ai...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/18/dalan_kampung_kota</guid>
<pubDate>Wed, 11 Oct 2006 01:00:32 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>OMAHE ANAK-BOJO</title>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/10/OMAHE_ANAK-BOJO</guid>
<pubDate>Fri, 29 Sep 2006 06:34:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>AFTER EARTHQUAKE DISASTER</title>
<description>some pictures of my house, after</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/9/AFTER_EARTHQUAKE_DISASTER</guid>
<pubDate>Fri, 29 Sep 2006 04:44:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>LEO KRISTI</title>
<description>ya foto bersama teman-teman penggemar lagu leo kristi</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/8/LEO_KRISTI</guid>
<pubDate>Wed, 16 Aug 2006 00:19:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>pseudo-classical</title>
<description>mendengar josh groban itu menjengkelkan.
karena saya secara tidak fair membandingkannya dengan pavarotti :-)
karena saya mengira ini lagu serius.
di indonesia ada kelompok lagu &#x27;seriosa&#x27;, yang kalau nyanyi harus ngerti not balok dan iringan musiknya nggak gedhombrangan...
kirain lagu-lagu josh groban itu serius. ternyata syairnya remeh-temeh: percintaan remaja.
kirain lagu-lagu pavarotti juga serius, ternyata syair lagu-lagu italia itu juga percintaan remaja :-((
so, untukku, tidak usah serius-serius, juga ketika mendengarkan lagu seriosa...
lagu josh groban ini aku suka, judulnya: &#x22;untukmu...&#x22;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/music/item/8/pseudo-classical</guid>
<pubDate>Mon, 14 Aug 2006 05:47:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>SEDULUR SIKEP</title>
<description>foto-foto ketika mereka: kahono, gun, bamban, besera rombongan piknik ke yogya dan</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/photos/album/7/SEDULUR_SIKEP</guid>
<pubDate>Sat, 28 Jan 2006 06:12:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>lagu natal</title>
<description>LAGU NATAL&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
meskipun banyak, namun lagu-lagu natal itu ya itu-itu saja. kita hanya
menyanyikan, bukan bernyanyi. menyanyikan penghayatan orang lain
tentang natal, tapi tidak bernyanyi tentang penghayatan kita sendiri
tentang natal.&#x3C;br&#x3E;
kita belum melakukan penghayatan, pengunyahan yang otentik tentang
natal sehingga ketika harus bernyanyi pun kita memindah pengalaman iman
orang lain ke sini.&#x3C;br&#x3E;
lagu-lagu natal yang kita nyanyikan barusan bisa-bisanya bercerita
tentang &#x22;white christmas&#x22;, &#x22;rudolph the red nosed reideer&#x22;, &#x22;santa
claus is coming to town&#x22;...dsb. sementara kita nggak menghayati dan
akrab dengan putihnya natal, atau rusa berhidung merah...&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
apakah ini semua karena kita belum cukup lama menghayati natal, ataukah -bukan lamanya, tapi- intensitas kita kurang?&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
yang dilakukan para penyanyi kita di tivi hanyalah manipulasi cara menyanyikannya saja. &#x3C;br&#x3E;
lagu natal seperti ini bagi saya hanyalah bunyi-bunyian saja...&#x3C;br&#x3E;
bising!&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/15/lagu_natal</guid>
<pubDate>Tue, 27 Dec 2005 03:27:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>A Brief History of Neoliberalism</title>
<description>ini buku bagus [katanya siiih....lha emang belum baca, ini lagi pesen ke alibris.com yang lebih murah dari amazon.com]
untuk yang suka tulisan-tulisan harvey, ini katanya perlu dibaca. aku sudah baca bukunya yang lain The Condition of Postmodernity (1989), lalu The Urbanization of Capital (1985), Urban Experience (1985) dan artikel-artikelnya yang lain.
aku nemu resensi buku baru tadi  &#x3C;a href = http://multitudes.samizdat.net/article.php3?id_article=2082&#x3E;di sini&#x3C;/a&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/reviews/item/5</guid>
<pubDate>Fri, 16 Dec 2005 04:39:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>yogya biennale</title>
<description>jogja biennale memang heboh di publikasi.&#x3C;br&#x3E;
tiap hari selalu ada tulisan di kompas edisi yogya tentangnya [jangan
nanya isinya apa aja, sebab dari hari satu ke hari berikutnya isinya
cuma laporan bahwa di sini ada karya si X, di sana ada karya si
Y...tidak ada apresiasi yang menyerdaskan pembacanya]&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
ini biennale yang kurasinya gak jelas benar. maunya menggandeng isu
perkotaan, arsitektur dan seni [sebagaimana trend sekarang seperti itu,
baik di jepang, hongkong, maupun di CP biennale kemarin he..he..].
sayangnya, kerjasama kurator dengan heritage membikin tema biennale
jadi terperosok ke urusan pelestarian. padahal, kota-kota dan produksi
seni rupa di yogya maupun di indonesia -menurutku- justru membutuhkan
karya seni yang fungsional dengan dinamika kota, yang menyingkapkan
realitas kota kita&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
karya seni yang fungsional itu bukan karya seni klangenan, bukan karya
seni representatif, yang dinikmati untuk bernostalgia atau mengawangkan
sesuatu yang pernah terjadi di masa ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/14/yogya_biennale</guid>
<pubDate>Fri, 16 Dec 2005 01:05:54 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>kota lama</title>
<description>lagu yang sering diputar di setiap event yang menyangkut yogyakarta,
entah itu pameran, reuni atau yang lain adalah lagu &#x22;yogyakarta&#x22; karya
KLA project.&#x3C;br&#x3E;
lagu ini tidak banyak bicara mengenai yogya masa kini. ini lagu romantik dari anak-anak muda.&#x3C;br&#x3E;
yang tergambarkan di sana adalah keramahan penduduk dengan &#x27;senyum
selaksa makna&#x27;, pengamen di lesehan malioboro, dan suasana yang berbau
nostalgia... suatu penggambaran yang terlalu merujuk pada sesuatu di
masa yang lain, entah kapan. &#x3C;br&#x3E;
mungkin gaya pengisahan seperti ini adalah khas anak muda, yang ingin
melihat realita yang dihidupinya lebih kaya dari senyatanya. lebih
berbunga-bunga.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
tentu saja, pergulatan, perubahan, pergeseran, dan tekanan-tekanan yang
secara real sungguh-sungguh dihidupi oleh orang-orangnya, absen di sana.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
yogya tengah bergulat?&#x3C;br&#x3E;
ya, kota lama ini, sebagaimana dialami juga oleh kota-kota tradisional
di mana pun, berhadapan dengan semangat baru yang mencoba
mempertanyakan keberadaan aftifak lama yang te...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lihatlah.multiply.com/journal/item/13/kota_lama</guid>
<pubDate>Thu, 8 Dec 2005 02:26:13 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>